8/09/2013

Perumpamaan tentang anak yang hilang Lukas 15 : 11-32

 Perumpaan tentang Anak yang Hilang

hmm... beberapa minggu lalu tepatnya tanggal 1 Agustus 2013 yahh.. saat itu aku datang ke SMK N 3 Kota Palembang. bukan karena saya Guru SMK ya, makanya saya datang ke Sekolah. hihii... atau bukan karena saya PPL, atau jangan berpikir kalo aku adalah Siswa di SMK N 3. hmm... pertama sih ngerasa bingung kenapa harus ke SMK N 3 Kota Palembang. pada waktu itu masih hari libur Kuliah. hihi... yah, kamu tahu, saat kamu memegang tanggung jawab yang besar, maka pengorbanan juga akan berbanding lurus. mau gag mau harus di jalani. yuhuuuu... aku adalah seorang TPS, kepanjangannya bukan Tempat Pembuangan Sampah atau apalah. TPS adalah Tim Pembimbing Siswa. bisa di bilang, kerjaan ku adalah membimbing siswa, bukan karena hebat atau se-propesionalnya aku, namun karena kasih. yapp... by the way any way Busss Wayy.. to do Point, aku kesana karena ingin ketemu Siswa. hahaha...


materi yang dibawa adalah tentang Saat Teduh, hmm.. banyakloh orang yang jarang baca alkitab. trus, suka-sukamu aja (kata2 ini ku kutib dari seorang cewe yang mnrutku manis. hehe ^^).
saat teduh adalah waktu yang disisihkan yang biasanya pada pagi hari untuk merenungkan firman Allah melalui Alkitab yang di baca. tidak seperti zaman dulu, saat manusia ingin bertemu dengan Allah, ia langsung dapat bertemu. sekarang karena dosa telah memisahkan, saat2 seperti ini menjadi butuh karena manusia tak dapat bertemu secara langsung dengan Allah kecuali Allah yang menghendaki itu. ^_^.
Saat teduh yang ku buat bersama siswa cukup menarik, dimulai dari mencoba berdamai dengan mereka. berdamai disini adalah bagaimana orang dewasa dapat searah pemikirannya dengan siswa. mungkin akan terasa kaku, namun saat sudah dekat, mereka akan terbuka. saat itu keakrabanpun terjalin. yahh, dengan bahan saat teduh (Baca : SaTe) yang ku bawakan, aku mengenalkan apa itu saat teduh, lumayan seru. mengenal orang dengan latar belakang gereja yang berbeda namun satu di dalam Yesus Kristus. dalam benakku aku berpikir, bagaimana orang mendapatkan keselamatan kalau tidak mengenal DIA. ?
yahh, itulah yang menjadi alasanku mengapa melayani di Siswa, banyak sekarang anak Siswa yang sudah terkena tanda kutib (Narkoba, miras, pergaulan bebas, dll). mengapa bisa terjadi, mungkin tak ada jembatan antara siswa dengan Allah.
Siswa itu mengasyikkan kalo kita tahu bagaimana memperlakukan mereka dengan baik, saat kamu bersikap ramah, dia akan bersikap ramah, malahan kita bisa memberinya lebih. contohnya : menyemangati dalam sekolah, dalam kegiatan ekstrakulikuler, dalam segala hal.
saat Belajar tentang saat teduh, aku membuatnya dalam bentuk drama dan memvideokannya. kalian tahu, gmana serunya mereka saat mengetahui bahwa aku memandang mereka sebagai seorang yang penting. yahh,,, mereka sangat bersemangat memerankan tokoh didalam Alkitab. yah, salah satu jalan mereka mengenal Allah dengan mengetahui apa yang Allah kehendaki melalui renungan Firman.


hmm... ini aku ada Foto yang ku ambil. check this out.



Perumpamaan tentang Anak yang hilang (Lukas 15 : 11-32)
perumpamaan ini bercerita tentang seorang Bapa dan 2 orang anak yaitu anak sulung dan anak Bungsu. si Bungsu meminta kepada Bapa untuk memberikan warisan yang menjadi haknya. kemudia si Bapa memberikan kepada si bungsu.  Si Bungsu kemudian pergi ke Negeri yang jauh untuk menghabiskan seluruh uang dengan berfoya-foya, namun kemudian negeri itu di landa kemiskinan sehingga si bungsu hidup melarat. ia kemudian bekerja pada seorang majikan, dan bekerja di peternakan Babi. saat lapar ia ingin mengisi perutnya dengan makanan Babi, namun tidak seorangpun memberikan ampas itu kepada si bungsu. kemudian ia sadar dan kembali kepada Bapanya. ia memohon ampun, ia telah berdosa kepada Surga dan kepada Bapa. Bapa memaafkan si bungsu, dan memberikan jubah yang indah, cincin dan sepatu yang indah kepada si bungsu. saat si Sulung tahu, ia mempertanyakan Bapa kenapa memberikan segala hal kepada si Bungsu. apakah si Sulung salah ?? (ternyata, si sulung juga salah.. saat teman2 membaca Lukas 15 : 11 -32 tersebut si bungsu ternyata berorientasi pada upah, dan penghormatan. ia bekerja hanya untuk dirinya sendiri). namun sang Bapa mengetahui hal itu, kemudian Bapa mengatakan " Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali". WOW... kasih sang bapa ternyata sangat besar kepada anak2nya. yahh... begitulah Kasih Allah kepada Umat-NYA. saat kita semua telah bedosa, ia tak akan langsung menghukum kita seperti di perjanjian lama, namun dengan kasih ia akan menolong kita kembali kepada-NYA. 
sekarang, jangan bersedih lagi. jika kita tahu Allah itu kasih, kenapa kita musti berbuat dosa. Yesus tak mengajarkan kita untuk menghakimi sesama, disalah satu Ayat aku pernah membca, jika pipi kirimu di pukul, berikanlah pipi kananmu. jika sepintas kita memikirkannya. mana ada orang yang mau memberikan pipi kanannya bukan. Bukan-Bukan-Bukan itu maksudnya,, saat dirimu penuh dengan kasih, jika pipi mu di pukul, maukah kamu membalasnya ?? yah, dengan kasih kamu akan memaafkannya. bahkan saat pipi sebelahmu di pukul lagi. kamu akan memaafkannya. bukan karena kamu gila, namun kamu mengasihi dia. Alaannya adalah Allah lebih dulu mengasihi kamu, daripada dia. 

Selesai.

Tidak ada komentar: